Sigap88
Bondowoso Tapal Kuda Uncategorized

ADM KPH Bondowoso Hadiri Giat Perdana Penanaman Porang

Bondowoso¦¦Sigap88 – Terletak di petak 109-1 dengan luas ± 14,4 ha dan 109-2 seluas ± 5,0 ha dibawah tegakan tanaman jati dan masuk kawasan hutan RPH. Tapen BKPH. Wonosari KPH. Bondowoso dilakukan kegiatan perdana tanam porang, Selasa (21/09).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Administratur/KKPH Bondowoso Andi Adrian Hidayat, Kadis Pertanian Kabupaten Bondowoso, Pimpinan Cabang BNI 46 , Camat Tapen, Kades Gn.Anyar , jajaran penyuluh dari BPP Tapen, tokoh agama, tokoh masyarakat beserta jajaran Perhutani KPH. Bondowoso.

Dalam sambutannya, Administratur KKPH. Bondowoso Andi Adrian Hidayat , menyampaikan bahwa Kegiatan penanaman porang ini diprakarsai oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Persada Inti yang ada di kabupaten Bondowoso dan sudah memiliki legalitas Perjanjian kerjasama (PKS) bersama Perhutani.

“Legalitas PKS berlaku maksimal 2 (dua) tahun dan selanjutnya akan kami evaluasi. Perhutani mendukung penuh kegiatan ini, dengan pola kerjasama /PKS,” jelasnya.

Andi berharap dengan kegiatan ini bisa menciptakan hutan yang aman serta masyarakat bisa memperoleh manfaat dari peningkatan ekonomi.

“Berdasar legalitas tersebut, kami berusaha membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disediakan oleh pemerintah melalui kegiatan Perhutanan Sosial,”

“Karena tanpa PKS, pihak pemerintah tidak akan bisa mengeluarkan KUR tersebut,” imbuh Andi.

Dalam kesempatan tersebut, Administratur/KKPH. Bondowoso Andi Adrian Hidayat berharap sinergi dari Dinas Pertanian Bondowoso untuk mempersiapkan tenaga penyuluh lapangan agar nantinya bisa mengajarkan dengan benar tata cara budidaya tanaman porang dengan baik.

Dalam kesempatan itu juga, Administratur / KKPH Bondowoso secara simbolis melakukan kegiatan pengolahan, penanaman dan cara penggunaan alat kerja yang dipakai untuk panen buah PORANG.

Untuk diketahui, PKS antara petani dan Perhutani berupa Sharing Prosentase hasil sesuai dengan input dari masing – masing lembaga.

Bilamana dikerjakan murni swadaya masyarakat, Perhutani hanya mengenakan 10% diluar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak ).

Berapa ton produksi yang keluar dari hutan, maka Negara akan mengenakan PNBP kepada masyarakat untuk selanjutnya disetor kepada Pemerintah. Sedangkan PNBP untuk tanaman porang sekitar 6% dari produksi.

Penulis : Red

Related posts

Limbah Pabrik Dikeluhkan, DLH Situbondo Akui Ipal PT. FBT Belum Optimal

Redaksi

Proyek TPT di Rumah Pompa PDAM Bondowoso, Patut Dipertanyakan

Redaksi

7 Tahun Beroperasi Tanpa Ijin, Pengusaha Ayam Petelur Aman di Kec Pujer

Redaksi