Sigap88
Situbondo Tapal Kuda

Advokat Ji Eeng Nilai Kebijakan Bupati Situbondo, Tidak Menyelesaikan Kelangkaan Pupuk

Situbondo¦¦Sigap88 – Peluncuran pupuk urea gratis kepada petani yang memiliki luas lahan pertanian di bawah 2000 desiare oleh Bupati Situbondo Drs. Karna Suswandi dinilai oleh advokat H. ENGGRIT DUWI BUDI SETIAWAN,SH tidak menyelesaikan masalah kelangkaan pupuk yang dirasakan selama ini oleh sebagian besar petani Situbondo.

Kebijakan tersebut menurutnya justru semakin menambah masalah kedepannya. Dirinya menjelaskan petani tidak minta pupuk gratis dari pemerintah, melainkan petani minta pemkab Situbondo mengatasi kelangkaan pupuk urea yang selama ini dirasakan petani.

“Ini aneh mas”, ungkap advokat yang biasa disapa Ji Eeng, di kediamannya perumahan Bukit Asri Blok A.11 RT 005 RW 001 desa Sumberkolak kecamatan Panarukan, Situbondo, Selasa (23/11/2021).

Terlebih harga pupuk urea kian meroket di masa Pandemi Covid-19, diketahui pupuk urea non subsidi menyentuh harga Rp 9.475 per kilogram atau satu kuintalnya kisaran Rp 1 juta. Ini semakin menyulitkan petani.

“Pertanyaannya, sampai kapan pemkab Situbondo melaksanakan kebijakan itu dan menggunakan dana dari mana?,”. ujar pendiri dan selaku direktur eksekutif LAW OFFICE ENGGRIT (LOE) Advocates & Consultants.

Dikabarkan pemkab Situbondo menggelontorkan dana sebesar Rp 13 miliar untuk pembelian pupuk urea non subsidi tersebut, sesuai harga baru mencapai 1.228 ton.

“Masak iya petani yang mampu menyewa lahan dan mempunyai sawah dikatagorikan tidak mampu, aneh kan !, apalagi menggunakan dana sebesar itu, ada apa ini ?” terang Ji Eeng.

Dirinya menjelaskan, kalau memang pemkab ingin membantu petani buatlah kebijakan yang memudahkan petani mendapatkan pupuk bukan membaginya secara cuma-cuma (gratis).

“Atasi kelangkaan pupuk, cari alternatif pemecahannya bukan membaginya cuma-cuma alias gratis,” tegasnya.

Sdk

Related posts

Anggota Komisi IV Bondowoso Sidak Kantor BPJS

Redaksi

LSM PERKASA Berbagi Sembako di Bulan Ramadhan

Redaksi

Wanita Asal Jambesari, Penyebar Video Hoax Kasus Corona di Jerat UU ITE

Redaksi