Sigap88
Image default
Jakarta Nasional

Anggota KPK Mencuri Alat Bukti Berupa Emas Seberat 1,9 Kg

JAKARTA – Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap motif IGA nekat mencuri emas batangan, barang bukti kasus koruptor Yaya Purnomo untuk membayar sejumlah utang.

Pelaku tak lain adalah pegawai KPK yang bertugas di Direktorat Penyimpanan Barang Bukti dan Sitaan atau Labuksi KPK.

“Barbuk yang sudah diambil ini yang dikatagorikan pencurian atau penggelapan ini digadaikan oleh yang bersangkutan karena memerlukan dana untuk bayar hutangnya yang cukup banyak. Karena tersangkut dalam bisnis yang tidak jelas,” kata Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorongan di Gedung KPK Lama C-1, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/4/2021).

Tumpak juga menegaskan, pihaknya telah memberhentikan secara tidak terhormat terhadap IGA yang bertugas di Direktorat Penyimpanan barang bukti dan sitaan atau Labuksi KPK. IGA telah terbukti mengambil emas batangan mencapai 1.9 kilogram. Ia dianggap telah mencoreng seluruh insan KPK atas perbuatannya itu.

Tumpak menyebut IGA terbukti mencuri untuk keperluannya sendiri. Tanpa melibatkan pihak lain.
“Menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadinya dan ini pelanggaran nilai integritas yang ada kita atur sebagai pedoman perilaku untuk seluruh insan KPK,” kata dia (jun)

Dilain tempat, Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menilai KPK mesti membenahi sistem pengelolaan barang bukti, terutama evidence stock opname secara berkala, sebagai bagian dari pengawasan internal. Hal ini dikatakan Arsul setelah terjadi kasus pencurian barang bukti emas batangan seberat 1,9 kilogram oleh pegawai KPK berinisial IGA.

Menurut dia, opname tidak sebatas mengandalkan data pencatatan yang ada di sistem teknologi dan informasi, melainkan harus meliputi pengecekan fisik barang bukti secara berkala dalam interval waktu yang tidak lama

“Ini penting bukan saja untuk melihat keberadaan fisik barang bukti yang disita atau dirampas terkait kasus korupsi, tetapi juga untuk menilai keadaan dan kualitas barang bukti dari waktu ke waktu,” kata Arsul (*)

Related posts

Tanggal 11-25 Januari 2021, Pemerintah Lakukan PSBB Jawa-Bali 

pimred sigap88

UN 2020 Dibatalkan, Ini Syarat Kelulusan Siswa

Dit Reskrimsus Polda Aceh Temukan 150 Ton Limbah Hasil Penambangan Illegal

pimred sigap88