Sigap88
Image default
Malang Raya Peristiwa

Dua Wartawan Investigasi Diintervensi Orang Tak Dikenal Terkait Kayutangan Heritage

Malang, Sigap88- Lagi-lagi tugas pokok dan fungsi jurnalis kembali mendapat intervensi saat hendak melakukan peliputan di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang Senin 21/12/2020 tepatnya di seputaran Jl. Basuki Rahmat selatan pos pantau polisi semeru.

Kali ini dialami oleh wartawan bernama Ahmad Saifudin dan rekannya yang merupakan wartawan investigasi sigap88.co. Awal keduanya mengambil foto tentang dibukanya kembali jalan utama sepanjang Jl. Basuki Rahmat yang sempat ditutup oleh Pemkot Malang karena ada pembangunan jalan untuk mempercantik wajah Kota Malang.

Saat hendak pulang wartawan menemukan komponen material yang janggal yang digunakan dalam pembangunan jalan tersebut. Terlihat material yang tidak lazim ditemukan dipendestrian atau trotar yang dipakai untuk pejalan kaki. Wartawan menemukan bahan styrofoam. Karena merasa ada yang aneh, wartawan tersebut mencoba untuk mencongkel, dan styrofoam itupun terlepas dari tempatnya. Saat wartawan hendak memfoto kejanggalan tersebut tiba tiba muncullah seorang pria bertubuh tegap menghampiri sambil mengatakan “Mas liput saja yang sebelah sana saja, jangan yang ini!” usirnya sambil berjalan dan memotret beberapa bagian jalan selayaknya jurnalis.

Udin awalnya tidak menggubrisnya karena dikira teman wartawan yang juga ingin meliput keberhasilan Walikota Malang dalam tata ruang Kota Malang. Namun pria yang memakai helm full face itu berkali-kali meminta agar tidak mempublikasikan temuan awak media.

Pria yang tak terlihat wajahnya itu sempat bersitegang dengan awak media sigap88 saat diselidik apakah pria itu dari suatu instansi atau kontraktor, pria itu menjawab “Bukan, saya bukan dari dinas mas, saya bukan kontraktor.” jawabnya sambil menghindar menjauh.

Pria yang memakai sweater warna merah marun itu terus didesak wartawan mengapa melakukan intervensi dan dipaksa membuka helmnya, namun pria itu cepat-cepat pergi dari kejaran awak media.

Sementara pria yang tak dikenal dengan ciri ciri badan tegap memakai helm full face yang diperkirakan tinggi antara 170-180 itu sempat diabadikan dalam kamera tak luput juga alat transportasi berupa motornya juga sempat diambil jika sewaktu-waktu ada ancaman maka hasil tangkapan kamera yang akan dijadikan alat bukti.

Udin merasa geram dengan adanya intervensi dari pria tak dikenal, jika dibiarkan maka kebebasan pers semakin tidak bisa dirasakan lagi oleh para pewarta, “Kalau kami siap saja dengan segala bentuk resiko, kasihan nanti jurnalis yang lain khususnya yang muda-muda. Nggak bisa dibiarkan ini.” tegasnya.

Lebih lanjut Udin menjelaskan bahwa tugas dan fungsi jurnalis itu mempunyai hak mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan dan informasi. Ini sudah tertuang sesuai dengan peraturan Undang-undang Pers No 40 tahun 1999 pasal 18 ayat 1 dan ayat 2 yang berbunyi :

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan tugas jurnalis dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).” pungkasnya. (Rud)

Related posts

Diduga, Adik Salah Satu Anggota DPRD Situbondo Hamili Gadis Warga Tapen Bondowoso

Jabat Kepala Kantor BPN Kab Malang, Asrafil Tingkatkan kinerja Pelayanan Transparan

Kemendikbud Apresisasi Program Sekolah Penggerak

redpel malang