Sigap88
Image default
Peristiwa

Ketua AWI DPC Magetan Sofyan Yusroni Menyayangkan Sikap Arogansi Oknum Kades Di Kacamatan Barat Terhadap Wartawan

MAGETAN – SIGAP88 – Sinergitas terhadap media massa sebagai mitra pemerintah harus dijaga, karena wartawan dalam bertugas sebagai kontrol sosial didasari oleh Undang-Undang Pers No 40 tahun 1999.

Sebagai pejabat publik sudah seharusnya bisa memberikan contoh, baik etika maupun sopan santun. Karena pejabat publik sebagai abdi masyarakat harus memberikan contoh yang baik untuk masyarakat.

Berkaitan dengan hal tersebut Ketua Aliansi Wartawan Indonesia DPC Magetan Sofyan Yusroni, S.T., S.Pd., menyayangkan atas sikap arogan yang dilakukan oknum Kepala Desa (Kades) Klagen Kecamatan Barat Kabupaten Magetan Susi Yuliani terhadap Beni Setyawan Wartawan Media Lentera Indonesia.

Menurutnya dengan alasan apapun sebagai pejabat publik harus mengedepankan etika keterbukaan publik.

“Harusnya sebagai pejabat publik lebih bisa memberikan contoh bagaimana bersikap dan berbicara serta harus mengedepankan humanis dan ramah terhadap siapa saja,” ujarnya.

“Camat dan jajaran terkait harus memberikan pembinaan kepada kades arogan seperti itu,” tegas Sofyan. Dilain tempat Beny Setyawan mengatakan bahwa saat itu dirinya mendatangi balai desa Klagen dan bertemu Kepala Desa untuk konfirmasi beberapa hal.

“Tapi jawaban keras dan kurang menghargai yang saya terima,” ujar Beny.

Hal tersebut terjadi saat Beny Setyawan menanyakan tentang anggaran publikasi yang di alokasikan di DD desa Klagen. Tetapi jawaban Kades tidak ada anggaran dan sudah diplot di salah satu media harian (menyebut nama media harian di jawa Timur).

Ketika ditanya lebih lanjut siapa yang mengarahkannya, dijawab Orang Kecamatan dan ditegaskan lagi yang menyuruh adalah Camat.

Terakhir Beni Setyawan saat meminta No telpun, malah di jawab dengan nada ketus.

“Itu Privasi saya dan saya tidak mau memberikan no HP saya kepada anda, saya hanya memberikan no HP saya ke warga saya saja,” terang Beny.

Camat Barat Yok Sujarwadi ketika dikonfirmasi di kantornya mengatakan, ia menyayangkan sikap Kades Klagen terhadap jurnalis.

“Wartawan adalah mitra pemerintah dalam memberikan informasi ke masyarakat,” ujar Yok Sujarwadi pada Senin, (23/11/2020).

“Oleh karena itu sebagai pejabat publik seharusnya welcome terhadap media. Selain itu bila ada wartawan meminta nomer Hp sebaiknya diberi karena itu adalah salah satu cara untuk konfirmasi dan koordinasi dengan media,” tandasnya. (Red)

Related posts

IWO Malang Raya Kutuk Keras Pembunuhan Jurnalis di SulBar

Redaktur Malang

Sepakat, Warga Desa Gebangan Tolak Perpanjangan Kontrak Tower Telkomsel

Redaksi

18 Anggota DPRD Jember Setuju Pemakzulan Terhadap Bupati

Redaksi