Sigap88
Pasuruan Peristiwa

Korban Kecelakaan Meninggal Dunia, Penanganan Pelayanan PKM Nguling Perlu di Evaluasi

Pasuruan¦¦Sigap88 – Aktifis dan Sekdes Beserta Perangkat Desa Nguling memprotes lambatnya pelayanan rumah sakit dalam menangani Pasien inisial RF (Korban) , Pasien korban Kecelakaan di Jln Kabupaten arah ke pasar, Selasa (16/11/2021)

Mereka juga kesal karena terlambatnya penanganan kepada RF, bahkan salah satu tenaga medis menolak untuk di rujuk karna pasien diharuskan dilakukan stabilisasi dan koordinasi.

Kepala Puskesmas Dr.Eko Santoso Machfur Mengagatakan, “Jadi kalau ada pasien mau merujuk kita harus melakukan stabilitasi dan koordinasi kepada rumah sakit yang di tuju, tapi kalau rumah sakit belum bisa menerima kita gak bisa langsung gerak seperti itu,” jelasnya.

Namun ungkapan dari kepala Puskesmas nguling di bantah oleh Ketua Umum Agus Jalaludin Aktivis GAB, “Kepala Puskesmas datang belakangan, bukan komunikasi dengan baik malah mengedepankan emosi. Kita ada rekamannya,” tegas Agus.

“Kita akan laporkan ke Dinas Terkait. Kepala Puskesmas dan dua pegawai harian dimana tidak mempunyai hak bicara ikut bicara dengan sok jagoan, tidak layaklah Dr.Eko Santoso Machfur menjadi kepala puskesmas dan Dua orang Pegawai harian bekerja di puskesmas nguling,”

“Saya hanya bicara soal warga dengan adanya mobil yang mau di bawa ke salah satu rumah sakit rujukan beliaunya menolak untuk memakai mobil Ambulance Puskesmas dan dia menyuruh untuk makai kendaran lain/ambulans Desa,” tambah Agus.

Senada disampaikan oleh Ketua Lembaga Bantuan Hukum LBH ASTRANAWA Rahmad Khoirul Umam juga ikut Berkomentar ke awak media, “Memberikan Pelayanan itu adalah Harapan utama bagi siapapun,”

“Keadaan gawat darurat merupakan keadaan seseorang yang membutuhkan penanganan sesegera mungkin, agar terhindar dari kecacatan atau kematian dan tidak diperkenankan untuk di minta uang muka,”

“Dalam setiap rumah sakit, baik rumah sakit swasta maupun pemerintah memiliki ruangan yang berfungsi untuk memberikan pertolongan pertama pada pasien saat masuk ke dalam ruangan tersebut,”

“Ruangan tersebut disebut Instalasi Gawat Darurat (IGD). Dalam memberikan pertolongan pertama terhadap pasien, khususnya pasien sedang dalam keadaan gawat darurat, rumah sakit tidak diperkenankan untuk menolak memberikan pertolongan dengan berbagai alasan dan tidak boleh meminta uang muka untuk mendapatkan penanganan,”

“Tetapi dalam kenyataannya, Di Indonesia pernah terjadi kasus penolakan pasien IGD oleh rumah sakit, yang mengakibatkan kematian,”

“Dalam hal ini, terdapat aturan-aturan yang bertujuan untuk melindungi hak-hak pasien, seperti Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2009 tentang Perlindungan Konsumen,” jelasnya.

Kondisi RF (korban) Lemah dan tidak sadarkan diri akibat Kecelakaan tersebut. Setelah keluarga korban Dan Aktivis GAB melakukan protes, barulah HM dilayani oleh petugas Puskesmas dan dirujuk pakai Ambulan Puskesmas, namun korban meninggal di rumah sakit Bangil.

Penulis : Ags

Related posts

Pangdiv 2 Kostrad Pimpin Apel Gelar Kesiapan Siaga Bencana Alam di Satuan Yonbekang 2/Divif 2 Kostrad

Redaksi

Perusahaan UD. Merak Jaya di Pohgading Tabrak II Perda. Perda RTRW & IMB. Satpol PP Tak Berkutik, APH Diharap Terlibat.

Redaksi

Perwakilan Umat Islam Magetan Gelar Deklarasi Tolak RUU HIP Dan Ideologisasi Komunisme Dalam Negara

Redaksi