Sigap88
Bondowoso Featured Investigasi Tapal Kuda

Mafia Beras Dalam BPNT, Terindikasi Aliran Dana Kepada Pihak Pihak Terkait

Bondowoso¦¦Sigap88 – Hembusan angin tak sedap mendera kepada Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) khususnya di Kabupaten Bondowoso.

Setelah sebelumnya Tim Koordinasi (TIKOR) Kabupaten menentukan Enam supplier sebagai pemasok beras yang notabene hal tersebut adalah dikuasai oleh beberapa pabrik beras besar di Bondowoso.

Berdasarkan survei di lapangan, notabene harga beras yang dipasok oleh Supplier kepada sekitar 217 Agen BNI (Per Juni 2021), mempunyai harga lebih tinggi dari harga toko sekitar. Dimana hal tersebut dibuktikan dengan harga PO untuk BPNT lebih tinggi dari harga PO untuk penjualan secara umum.

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinsos Bondowoso Zaiful Bahri saat dikonfirmasi mengenai harga beras menyampaikan, “Kami tidak tau pasti terhadap penentuan harga tersebut. Tapi beberapa bulan ini sudah ada penurunan,” jelasnya.

Sementara ditanyakan, terkait Permensos No 5 Tahun 2021 khususnya dalam penunjukan supplier, Zaiful menjelaskan bahwasanya bahwa sudah pernah melakukan Rakor 1x bersama tikor. Tetapi belum ada keputusan tikor terkait supplier.

“Jadi untuk supplier tetap mengacu kepada yang terdahulu,” jelasnya.

Hal tersebut menjadi rancu, karena berdasarkan pengakuan salah satu TKSK yang ditelpon oleh salah satu supplier menyampaikan, bahwa untuk saat ini agen bebas mengambil kepada siapa saja (Rekaman percakapan,red).

Ditempat terpisah, Ketua DPC Bara Jp Bondowoso menyampaikan, “Banyak temuan terkait program BPNT di Bondowoso. Salah satunya adalah bukti transfer yang dilakukan oleh beberapa agen dan supplier kepada beberapa oknum pendamping sosial dan beberapa pihak terkait lainnya,”

“Jadi kami mengambil kesimpulan bahwasanya pematokan harga beras yang melampaui harga pasar ini salah satunya untuk aliran dana kepada beberapa pihak tersebut,”

“Maka melalui pelaporan yang akan kami layangkan kepada APH di Bondowoso, kami meminta untuk melakukan pengecekan mutasi rekening terhadap 217 agen BNI dan 6 Supplier. Sehingga akan diketahui siapa yang menjadi Mafia Beras di Kabupaten Bondowoso,” tegasnya.

Sementara Pj Sekda Bondowoso selaku Ketua Tikor Kabupaten, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut melalui pesan Whats App tidak memberikan tanggapan. Bersambung.

Penulis : Hamid

Related posts

Rumah Warga Desa Kalitapen Dilahap Si Jago Merah

Redaksi

Polsek Wringin Lakukan Social Distancing Cegah Penyebaran Virus Corona

Redaksi

Tingkatkan Prestasi, Tiga Pilar Desa Koncer Kidul Pimpin Rapat Internal PERSEKO

Redaksi