Sigap88
Featured Investigasi Situbondo Tapal Kuda

Oknum Pegawai BPN Situbondo Nyambi Jadi Calo, Ketum LSM Perkasa Tempuh Jalur Hukum

Situbondo||Sigap88 – Dalam pengurusan sertifikat tanah, ditengarai masih maraknya Calo (perantara) yang menawarkan jasanya untuk membatu mengurus surat surat tanah.

Namun tak sedikit masyarakat yang dinilai tertipu dan merugi bahkan sertifikat yang diharapkan dan dijanjikan tak kunjung selesai.

Fenomena tersebut ditengarai telah dialami seorang warga Desa Kedungdowo RT 02 RW 01 Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo. Sedangkan kronologi singkatnya berawal dari warga yang berinisial Rudi membeli sebidang tanah seluas 224 M² kepada H.Ali ekzan warga desa setempat.

“Kami bermaksud ingin mengurus balik nama tanah yang dibeli namun saat itu datang salah satu oknum diduga pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Situbondo berinisial ADR sehingga terjadi kesepakatan dan bersedia membatu mengurus sertifikat,” terang Rudi.

“Berikutnya saya memberi uang sebesar Rp. 6.700.000 ( enam juta tujuh ratus ribu ) dan begitu juga H. Ekzan sebab sama sama mau mengurus sertifikat,”

“Tetapi sampai saat ini, kurang lebih 7 tahun belum juga selesai. Karena itu maka kami mengadukan dan minta pendampingan kepada Lembaga PERKASA,” pungkasnya.

Sementara Ketum LSM PERKASA Mohammad Sadik membenarkan terkait adanya pengaduan warga tersebut diatas.

“Kemarin kami kembali datang ke BPN situbondo menemui langsung oknum BPN inisial ADR untuk investigasi,” tegasnya.

“Sedangkan proses sertifikasi tanah H. Ekzan sempat di selesaikan di POLRES Situbondo secara kekeluargan dengan mengembalikan uang pada H. Ekzan,”

“Sementara tinggal Rudi yang katanya sudah proses pembuatan sertifikatnya, padahal tanggal 26-06-2019 baru sempat ada pengukuran dan biaya ukur minta lagi Rp. 300.000,”

“Bahkan ketika ditanyakan oknum ADR selalu menyampaikan tunggu 2 bulan akan selesai sertifikat,”

“Dan hari Jumat (26/06/20 sekitar pukul 10.00 wib kami datangi kembali ke kantor BPN Situbondo bersama dengan rudi (pengadu) termasuk langsung menemui ADR sehingga masih menjawab dengan alasan yang sama seperti sebelumnya hanya menjanjikan akan diselesaikan dalam waktu dekat,” ujar Ketum LSM Perkasa menirukan jawaban ADR.

Tetapi melalui sambungan seluler, kepada Ketum LSM PERKASA, ADR mengakui bahwa dia baru memasukkan berkas setelah adanya pertemuan Ketum LSM Perkasa dengan Kepala BPN Situbondo.

“Kami sangat menyesalkan tindakan oknum pegawai tersebut dan akan menempuh jalur hukum sebab selain dinilai merugikan banyak pihak juga diduga menyalahgunakan wewenang sebagai petugas BPN,” tegas Bang Sadik, bersambung.

Penulis : Ekz
Foto : Dyt
Editor : Redaksi

Related posts

Aksi AMPB Diduga Langgar Perkapolri 7/2012

Redaksi

Suara Rakyat Suara Tuhan, Motto Warga Desa Jangkar Dalam Mendukung Ketum Gp Sakera

Redaksi

Siswi SMAN Tapen, Ditusuk OTD di Desa Taman

Redaksi