Sigap88
Image default
Malang Raya

Pemuda Anti Korupsi Malang Raya Laporkan Pemenang Tender Jembatan KedungKandang Ke Jakarta

Malang, Sigap88- Proyek pembangunan jembatan Kedungkandang yang baru saja diresmikan Walikota Malang Sutiaji, Rabu 30/12/2020 banyak di apresiasi masyarakat pasalnya jembatan yang sempat mangkrak beberapa tahun silam itu kini bisa kembali dinikmati warga kota Malang.

Besaran anggaran jembatan Kedungkandang yang menelan biaya Rp. 51, 6 M itu dalam proses pembangunannya pelaksana proyek mengalami kendala dalam proses pembangunan, salah satunya adalah jebolnya plengsengan dan sudah disidak oleh DPRD Kota Malang.

Dimulai dari ambrolnya dinding penahan tanah, awak media Sigap88 dan tim investigasi mencari tahu penyebab utama apakah faktor alam atau ada unsur material yang tidak sesui spesifikasi teknis.

Salah satu warga sekitar yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa ada sebagian material terutama besi yang digunakan untuk pembangunan jalan Kedungkandang sebagian memakai besi warnanya coklat mas, lokasi kerja tertutup seng dan dijaga kok mas, saya sempat ngobrol katanya dari Jawa Tengah kalau tidak salah dari Solo .”, terangnya sambil menuding memberi tanda gudang cat biru.

Apa yang dikatakan warga memang benar adanya, saat dilihat dengan teliti oleh tim investigasi terdapat banyak besi tampak baru dan sebagian lagi besi bekas. Lokasinya tepatnya di Jl. Mayjend Sungkono.

Mendapatkan hasil temuan maka tim pada 30/12/2020 awak media menghubungi Kepala Dinas PU Kota Malang untuk mengkonfirmasi apakah benar proyek strategis itu memakai besi bekas. Namun sampai hari ini juga tidak dapat respon yang baik.

Dari pihak pemenang tender dikonfirmasi melalui aplikasi perepesanan juga tidak kunjung membalas padahal sudah dibaca dan terlihat centang biru. (30/12/2020) pukul 12:00.

Dilain tempat, Aliansi Pemuda Anti Korupsi Malang Raya, Kang Ibra menegaskan “Kita tahun depan akan ke Jakarta dan melaporkan temuan ini karena ada unsur kesengajaan dalam proses pembangunan”. tegasnya.

Kita juga akan mendatangi BPKP, KPK, Kejagung dan Mabes Polri. Ditanya soal kerugian negara, “Ya yang pasti nilainya milyaran kok, yang kita laporkan bukan dinasnya tapi pemenang tender dan konsultannya kalau pejabat Kota Malang itu baik dan taat hukum.”, ujarnya.(rud) Bersambung

Related posts

Ketum IWO Seniman Kawakan, “Ngopi” di Kompas TV

redpel malang

Pemuda Anshor Dan Kokam Kota Malang Serukan Aksi Boikot Produk Perancis

TIMES Indonesia Rilis ATI 2020, Inilah Nama-Nama yang Dapat Anugerah