Sigap88
Image default
Politik Pemerintahan

Pintu Penguras Dam Ngluweng Rusak!!! Bidang SDA DPUPR Kabupaten Magetan Ambil Langkah Cepat Untuk Lakukan Perbaikan

MAGETAN|| SIGAP88|| Menanggapi informasi tentang adanya permasalahan kerusakan pada pintu penguras Dam Ngluweng, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang DPUPR Kabupaten Magetan Bidang Sumber Daya Air SDA ambil langkah cepat untuk memperbaiki kerusakan dengan melakukan kerja bakti perbaikan di Dam Ngluweng bertempat di Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Sabtu, (26/12/2020).

Perbaikan tersebut melibatkan staf dari OPJI (Operasional Pemeliharaan Jaringan Irigasi) yang meliputi dari 3 UPTD dengan jumlah kurang lebih sebanyak 20 orang. Yakni terdiri dari UPTD Pengairan Gandong, UPTD Pengairan Bringin, UPTD Pengairan Jejeruk serta staf dari penjaga pintu air DAS Solo yang berada di Sarangan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang DPUPR Kabupaten Magetan Mochtar Wahid melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air Yuli K Iswahyudi menuturkan bahwa adanya kerusakan dipintu penguras Dam Ngluweng sudah terjadi sejak seminggu yang lalu. Perbaikan baru dapat dilakukan disebabkan karena wilayah Dam Ngluweng merupakan kewenangan pusat. Oleh sebab itu sebelum melakukan tindakan perbaikan, Bidang SDA DPUPR Kabupaten Magetan melakukan koordinasi terlebih dahulu pada pihak pusat.

“Ada laporan seminggu yang lalu pintu sepei Dam Ngluweng tidak bisa dioperasikan dan baru bisa kita lakukan perbaikan hari ini karena Dam Ngluweng itu kewenangan pusat, jadi kita harus berkoordinasi dulu dengan pusat,” ujarnya.

Lebih lanjut Yuli mengatakan bahwa Dam Ngluweng sendiri memiliki peran vital untuk menyuplai air dibeberapa wilayah di Kabupaten Magetan. Diantaranya air di Telaga Pasir/Sarangan, Dam Jejeruk, Dam Bringin, yang meliputi pengairan lahan di wilayah Kecamatan Sukomoro, sebagian Kecamatan Maospati, dan wilayah Kecamatan Kawedanan bagian timur.

“Dengan pintu air di Dam Ngluweng bisa ditutup kembali praktis air yang masuk di Telaga Pasir kurang lebih 300 liter perdetik, artinya tampungan air di Telaga Pasir dapat terisi, dan Telaga Pasir sendiri tampungan airnya digunakan untuk wilayah bawah meliputi Dam Jejeruk yang mengairi lahan di Kecamatan Sukomoro, sebagian Kecamatan Maospati dan Kecamatan Kawedanan,” terang Yuli.

Ditambahkan Yuli bahwa kedepan pihaknya akan melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak DAS solo terkait dengan perencanaan perbaikan pintu penguras Dam Ngluweng secara permanen.

“Untuk pengerjaan permanennya kemarin sudah kita usulkan ke balai besar Bengawan Solo untuk dikerjakan ditahun 2021,” ungkapnya.

Yuli mengharapkan dengan kembali beroperasinya pintu penguras Dam Ngluweng maka suplay air di Telaga Pasir akan kembali normal. Menurutnya, jika Telaga Pasir penuh volume airnya, maka dapat menarik minat wisatawan untuk mengunjungi telaga sarangan. Disamping itu juga masyarakat mempunyai cadangan air yang disimpan di Telaga Pasir sehingga saat musim kemarau tiba maka lahan yang dibawah akan tetap mendapat pasokan air yang cukup.

“Untuk masyarakat saat ini mempunyai cadangan air yang disimpan di Telaga Pasir, sedangkan untuk sektor pariwisata paling tidak diwilayah Sarangan kalau wisatawan melihan air ditelaga banyak akan merasa senang dan tertarik,” tandasnya. (Vha)

Related posts

Tidak Adanya “Titik Temu” Menjadi Penyebab Terjadinya Deadlock

Ketua DPRD Menerima Pengaduan Beberapa ASN di Lingkungan Prov Kep Babel

DPRD Babel Akhirnya Tandatangani Raperda RZWP3K