Sigap88
Featured Investigasi Nasional Tulungagung

Program BK di Desa Dono Diduga Sarat Intrik,,,!

Tulungagung¦¦Sigap88.co – Program Bantuan Kabupaten (BK) melalui perwakilan Dewan untuk pembangunan desa memang sangatlah diperlukan. Terlebih, jika tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Namun, berbeda dengan yang dialami Desa Dono, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung. Dana bantuan diduga tidak tepat sasaran dan seolah dimanfaatkan oleh oknum untuk kepentingan pribadi.

Anggaran untuk pembangunan talud jalan yang harusnya bisa digunakan untuk titik lain yang lebih penting, ini justru berada di depan pekarangan milik oknum anggota Dewan sendiri.

Kades Priyambodo mengatakan, membenarkan bahwa Desa Dono mendapat anggaran dari kabupaten melalui salah satu Dewan untuk pembangunan talud jalan raya, Rabu (24/11/2021).

“Awalnya, Kades Krosok meminta membuat proposal, tetapi tidak memberitahu proyek apa nantinya yang diajukan. Setelah beberapa bulan, ternyata proyek tersebut merupakan bantuan dari salah satu Dewan dari partai PKS,” ucap Kades.

Kades krosok datang ke rumahnya dan berkata Desa Dono akan dapat proyek, tetapi hanya ketempatan saja. Proyek tersebut plengsengan (talud) jalan raya.
Anggaran untuk pembangunan talud sebesar 110 juta.

“Uang belum masuk rekening Desa, tetapi proses pembangunan sudah mulai dikerjakan. Seluruh pekerjaan Proyek talud, mulai dari material dan semen pekerjanya diminta sama kades Krosok,” ungkap Kades.

Kades Dono kaget dengan bantuan yang diterima kali ini, nantinya, seluruh proses pertanggungjawaban kepadanya.

“Kades krosok yang dapat proyek itu, Dewan PKS meminta meratakan dulu tanah yang ada di belakang Talud. Kades Krosok disuruh sewa alat berat. Saya tanya, Jika uang belum keluar gimana,,? Kades Krosok menjawab, yang penting dikerjakan dulu takut nantinya tidak selesai,” tambah Kades.

Pembangunan Bantuan Kabupaten seharusnya dikerjakan swakelola dan seharusnya dikerjakan oleh warga desa Dono sendiri, tetapi, yang bekerja seluruhnya dari desa Krosok

“Kades krosok belum saya tanya terkait bagaimana nanti SPJ nya, jika dapat proyek, yang mengerjakan proyek dan SPJ seharusnya Desa Dono. Berarti, cuma dipinjam nama saya,” terang Kades.

“Jika tau itu BK, harusnya digunakan di tempat yang lebih memerlukan seperti dusun Dawung, pihak Reskrim pun sudah datang dan menyampaikan memang harus dikerjakan sendiri,” pungkas Kades.

Di tempat berbeda saat diklarifikasi kades Krosok menerangkan, memang benar proyek tersebut dia yang mengerjakan.

“Benar, proyek bantuan Kabupaten dari salah satu Dewan saya yang mengerjakan, bahkan seluruh pekerjanya saya ambilkan dari desa Krosok,” tuturnya.

Dari kejadian tersebut, semakin menguatkan bahwasanya adanya suatu permainan dari oknum Dewan Dan Kades Krosok.

Penulis : Dholo

Related posts

HUT TNI ke 74, Kodim 0822 Bondowoso Gelar Lomba Memancing

Redaksi

Gubernur Babel Minta Kepada Seluruh Kepala Daerah di Prov. Kep. Babel Bersatu dalam Penanganan Virus Covid-19

Redaksi

Dandim 0822 Bersama Kapolres Bondowoso Hadiri Safari Jum at Di Masjid Baitul Amin Maskuning Pujer

Redaksi