Sigap88
Uncategorized

Terkesan Asal Garap, Pembangunan Groundsill dan Tangkis Kali di Desa Pujer Baru

Bondowoso, sigap88 – Berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2019, Dinas PUPR Bondowoso menganggarkan Peningkatan Pembangunan Pusat Pusat Pengendali Banjir di 20 Titik kegiatan dengan anggaran Sekitar Rp. 4,5 Milyar.

Salah satunya pembangunan Groundsill dan Tangkis Kali di Dusun Rawa RT/RW 17/04 Desa Pujer baru Kecamatan Maesan dengan Anggaran sebesar Rp. 181.562.000,00 dengan Pelaksana CV. Viand Putra Contractor, yang berdasarkan laporan masyarakat dan hasil investigasi ke lapangan ditengarai melakukan pekerjaan tanpa memperhatikan dari Kualitas Pekerjaannya.

Hal tersebut dibuktikan dengan pemakaian Bahan khususnya Pasir yang menggunakan Pasir Sungai tempat kelola proyek tersebut (mengambil dari sungai) dan terkesan dalam pencampuran bahan tidak sesuai dengan Spesifikasi yang telah ditentukan.

Pelaksana dari CV. VPC yang dimintai keterangan membenarkan bahwasanya bahan pasir tersebut diambil dari sungai dengan Alasan karena akses jalan yang berjarak sekitar 100 Meter ke lokasi dan Pasir tersebut sudah melalui uji laboratorium.

Hal tersebut dibantah oleh salah satu masyarakat setempat yang menyatakan bahwasanya pasir disana tidak bisa digunakan untuk bahan bangunan karena terlalu banyak campuran lumpurnya.

Menyikapi hal tersebut, Ketua BARA JP DPC Bondowoso menyatakan, “Segala biaya mobilisasi tentunya sudah dimasukkan dalam RAB. Jadi bukan suatu alasan logis mengatakan karena jauhnya akses jalan, apalagi hanya berjarak sekitar 100 Meter”.

“Dan Pelaksana CV. VPC dengan mengatakan bahwa hal tersebut sudah melalui uji Lab, saya sangat apresiasi. Karena jika hal tersebut benar maka hal tersebut bisa dijadikan contoh oleh CV yang lain”, ujarnya sambil tersenyum.

Lebih lanjut Bang Juned menyampaikan, “Pekerjaan yang dimulai Tanggal 23 Juli 2019, sebelumnya tanpa adanya papan informasi, baru beberapa hari ini yang ada. Mangkanya hal tersebut tambah memperkuat dugaan akan adanya Oknum Dinas PUPR yang bermain dengan mengadakan suatu pengkondisian terhadap papan nama di sejumlah proyek”, ungkap Bang juned.

Sementara para pekerja di lokasi proyek enggan memberikan keterangan.
“Kami hanya pekerja yang mengerjakan sesuai arahan dari pengawas,” ujar salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya. (Dhofir)

Related posts

Masyarakat Kenjo Prioritaskan Jalan Tembus 2 Desa

Redaksi

Tirakat 1 Suro Tradisi Pemangku Budaya Jawa Merupakan Penghormatan Leluhur

Redaksi

Imam Nahrawi Buka EXPO Santri Preneur 2019

Redaksi