Sigap88
Hukum Kriminal

Ungkap Sejumlah Kasus Kriminal, Polres Magetan Gelar Konferensi Pers

MAGETAN|| SIGAP88|| Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Magetan berhasil mengungkap 3 kasus kriminal dengan menetapkan 3 tersangka. Hal itu disampaikan oleh Kapolres Magetan AKBP Yakhob Silvana Delareskha, S.I.K., M.Si., yang didampingi oleh Kasatreskrim Rudi Hidajanto, S.H., M.H., dan Kasubag Humas Polres Magetan AKP R. Kuncahyo saat digelarnya Konferensi Pers bertempat di depan Ruang Loby Mako Polres Magetan, Jumat, (27/08/2021) siang.

“Hari ini Polres Magetan khususnya Satreskrim melakukan press release ungkap 3 kasus kriminal yang melibatkan 3 tersangka,” katanya.

Kasus tersebut meliputi peredaran uang palsu, pornografi, dan penganiayaan, yang masing-masing kasus dilakukan oleh satu tersangka.

Dari ketiga kasus tersebut yang pertama yakni kasus peredaran uang palsu yang menyeret tersangka berinisial NA (22) warga Sukomoro yang tertangkap karena adanya pelaporan dari masyarakat (Korban) yang dirugikan setelah melakukan transaksi jual beli hp menggunakan uang palsu.

“Jadi tersangka ini janjian bertemu dengan pelapor (Korban) melalui pesan Watshap, mereka bertemu untuk melakukan transaksi jual beli hp dengan sistem COD, setelah disepakati harga maka tersangka melakukan pembayaran senilai Rp. 1.700.000 pada korban dengan mata uang Indonesia pecahan 20 ribu dan 50 ribu, setelah dirasa uangnya pas hp diserahkan dan korban meninggalkan tempat, kemudian setelah beberapa saat korban baru menyadari jika uang tersebut palsu, sehingga dengan kejadian itu korban melaporkan pada pihak berwajib,” terangnya.

Menurut keterangan tersangka, uang palsu tersebut dibelinya secara online dengan cara membuka postingan di Facebook kemudian pembicaraan dilakukan kembali melalui pesan Watshap, selanjutnya tersangka melakukan Top Up ke aplikasi DANA sebesar 250 ribu yang kemudian dikirim ke nomer pelaku, setelah itu satu jam kemudian uang palsu dikemas dan dikirim melalui salah satu jasa expedisi.

“Tersangka melakukan 2 Kali pembelian uang palsu, yang pertama 250 ribu uang asli kemudian mendapat satu juta uang palsu, lalu yang kedua 500 ribu uang asli kemudian didapat dua juta uang palsu,” imbuhnya.

Atas kasus tersebut tersangka dijerat dengan Pasal 36 ayat (2) UU RI No. 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak 10 milyar rupiah.

Selanjutnya kasus kedua merupakan kasus pornografi yang melibatkan satu tersangka berinisial APF alias AS (26) yang melakukan penyebarluasan video porno yang dilakukannya bersama kekasih yang berinisial RVY (22).

Kejadian bermula saat tersangka bersama kekasihnya yang diketahui telah berpacaran selama satu tahun sering melakukan hubungan intim. Namun tanpa disadari korban, pelaku dengan sengaja merekamnya dengan menggunakan hp saat berhubungan. Diduga karena faktor sakit hati karena hubungan keduanya yang semakin renggang, tersangka akhirnya menyebarluaskan video porno tersebut pada sejumlah rekan korban melalui aplikasi WhatsApp dan Instagram.

“Dalam kasus ini tersangka kita jerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 29, Pasal 32 UU RI no. 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 46 ayat (1) UU RI no.19 tahun 2016 tentang ITE,” tandas Kasat Reskrim Polres Magetan Rudi Hidajanto, S.H., M.H.

Untuk kasus yang ketiga merupakan kasus penganiyaan yang melibatkan tersangka berinisial SN alias BG (55) yang melakukan penganiayaan pada TEP (18) warga Ngawi yang notabenenya merupakan seorang pelajar. Kejadian bermula saat Motor korban TEP bersenggolan dengan mobil tersangka BG yang menyebabkan mobil tersangka tergores. Kemudian tersangka menampar korban sebanyak satu kali. Selanjutnya korban dan tersangka bersama-sama menuju bengkel didaerah Karas. Sesampainya dipinggir jalan tersangka kembali menampar korban sebanyak dua kali dan tersangka mengeluarkan senjata air softgun yang disimpan dibawah jok mobil kemudian tersangka menodongkan ke kepala korban dan sarung senjata dimasukkan ke mulut korban. Sesampainya di bengkel tersangka kembali menampar wajah korban satu kali dan menendang dada korban dengan menggunakan kaki sehingga menyebabkan mulut korban mengeluarkan darah.

“Dari kasus penganiyaan ini kita jerat tersangka dengan pasal 351 KUH pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun,” tutup Rudi. (Vha)

Related posts

Kanit PPA Sat Reskrim Polres Simeulue Serahkan Tersangka dan BB Kasus Khalwat Ke Kejari Simeulue

Redaksi

Bagian 2 Menyingkap Tabir Pelaksanaan RTLH Ta 2019, Pansus RTLH Mati Suri Gugatan CLS Solusinya

Redaksi

Ingin Memiliki Sepedah Motor Tril Pengepul Barang Rosok Embat Sepeda Motor Beat Di Jual Lewat FB

Redaksi