7 Sisi Buruk AI: Apakah Menghilangkan Pekerjaan?

– Dalam era perkembangan teknologi saat ini, kamu pasti sudah mengenal atau setidaknya pernah membaca tentang AI. AI memiliki kepanjangan dari Artificial Intelligence, yang merupakan hal yang sedang populer dan sering dibicarakan di dunia.

Secara umum, AI adalah kecerdasan buatan yang meniru cara manusia berpikir. Hal ini dapat beroperasi secara mandiri sebagai AI yang menerima instruksi, atau diintegrasikan ke dalam berbagai program agar lebih efektif.

Anda mungkin sudah mengenal berbagai bentuk kecerdasan buatan seperti ChatGPT atau Gemini. Jenis AI ini mampu menghasilkan gambar, teks, tabel, serta menyelesaikan berbagai tantangan kompleks.

Kehadiran AI di dunia ini dapat dianggap sangat berguna dalam membantu manusia menjalankan berbagai aktivitas. Orang-orang dapat melakukan perhitungan, merancang, menulis, serta mengerjakan tugas lainnya dengan lebih mudah tanpa harus melewati proses berpikir yang rumit.

Di balik sisi positifnya, AI juga memiliki beberapa kelemahan, terutama dalam hal penggantian pekerjaan manusia. Berdasarkan laporan dari Virtubox dan Techtarget, berikut ini adalah 7 sisi negatif dari AI:

1. Hasil atau Keputusan Umum

Kekurangan pertama dari kecerdasan buatan adalah bahwa hasil atau keputusan yang dihasilkannya mengandung bias. Dalam mengambil keputusan atau memproses data, AI bekerja dengan belajar dari data yang tersedia.

Jika data yang tersedia mengandung bias atau kecenderungan terhadap topik tertentu seperti etnis, agama, politik, atau pendidikan, maka hasil yang dihasilkan oleh AI bisa juga mengandung bias dan berpotensi menyebabkan ketidakadilan, misalnya dalam hal kelulusan ujian, perekrutan kerja, atau pembuatan berita dengan bantuan AI.

2. Masalah Keamanan dan Kerahasiaan

Kekurangan kedua dari Kecerdasan Buatan adalah munculnya masalah keamanan serta privasi. Dalam beberapa program AI, mereka mampu merekam dan memanfaatkan data yang ada untuk kemajuan sistem AI mereka sendiri.

Di ruang umum, kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk pengenalan wajah dan kamera pengawas yang mungkin melampaui batas privasi individu. Banyak masalah keamanan dan privasi bisa muncul dari penggunaan AI jika tidak diatur secara tepat.

3. Ketergantungan Manusia

Ketiga sisi negatif dari kecerdasan buatan adalah ketergantungan manusia. Bila sudah terbiasa mengajukan pertanyaan atau memakai AI dalam segala hal dalam kehidupan, manusia mungkin kehilangan kemampuan atau bahkan tidak tahu bagaimana berpikir secara kritis.

Ini tentu saja bisa menjadi kemunduran besar dalam peradaban. Berbagai keputusan yang seharusnya dipertimbangkan secara logis dapat dihasilkan oleh AI dalam waktu singkat. Jelas, tidak semua hasil pemikiran AI dapat diterima begitu saja.

4. Kurangnya Etika dan Kepribadian

Kekurangan keempat dari AI adalah ketiadaan etika dan moral. Sebagai sistem yang mampu berpikir, beberapa AI tidak memiliki prinsip etika dan moral yang terintegrasi. Karena itu, dalam proses pengambilan keputusan mereka lebih mengutamakan data dan logika.

Tentu saja hal ini tidak sesuai dengan manusia yang membutuhkan etika, moral, serta nilai sosial sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Beberapa keputusan yang tidak sesuai dengan etika dan moral dapat membawa manusia ke arah yang salah.

5. Kurangnya Pertanggungjawaban

Kekurangan kelima dari AI adalah ketidakterlibatan dalam pertanggungjawaban. Pengguna AI seringkali merasa bingung ketika mendapatkan jawaban dari AI yang tidak sesuai dengan data atau bahkan menyimpang dari nilai yang berlaku.

Keraguan muncul mengenai siapa yang bersalah. Apakah program AI itu sendiri, perusahaan yang menciptakan AI, atau justru pengguna yang menggunakan AI tersebut. Masih sedikit undang-undang yang secara jelas menentukan siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas penggunaan AI.

6. Mengganti Pekerjaan Manusia

Kekurangan keenam dari kecerdasan buatan adalah kemampuannya untuk menggantikan pekerjaan manusia. Meskipun tidak semua bidang pekerjaan terkena dampaknya, beberapa posisi seperti editor, penulis, penerjemah, layanan pelanggan, dan lainnya dapat digantikan oleh AI.

Banyak perusahaan telah mengganti karyawan mereka dengan AI untuk meningkatkan efisiensi atau mengurangi biaya. Jelas, pekerjaan tersebut tidak dapat dilakukan secara optimal karena AI belum mampu berpikir sebaik manusia.

7. Isu Lingkungan Hidup

Kekurangan ke tujuh dari AI adalah munculnya masalah lingkungan. Pembuatan dan penggunaan AI memerlukan konsumsi energi yang besar yang dapat menghasilkan banyak emisi karbon di bumi.

Semakin berkembang dan kompleks program kecerdasan buatan yang dikembangkan, semakin besar pula konsumsi energi serta panas yang dihasilkan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran khusus terkait dampak AI terhadap lingkungan.

Tujuh hal yang disebutkan di atas merupakan sisi buruk dari Kecerdasan Buatan atau AI. Dengan memahami berbagai sisi negatif dari AI, diharapkan kamu memanfaatkan AI hanya sebagai alat bantu, bukan sebagai pengambil keputusan utama. Lebih baik lagi jika kamu menghindari penggunaan AI sepenuhnya dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *