7 Tips Minum Bir Aman

Acara perayaan ulang tahun, acara kantor, atau pertemuan keluarga sering kali diiringi dengan konsumsi minuman beralkohol.bir. Namun sering kali seseorang kehilangan kendali akibat mabuk terlalu cepat. Kejadian ini tidak hanya merusak suasana, tetapi juga berisiko bagi diri sendiri dan orang lain, terutama jika harus mengemudi.

Dilansir dari Medical News Today, ketika seseorang mengonsumsi minuman beralkohol,alkoholakan menumpuk di dalam aliran darah. Jantung adalah organ utama yang bertanggung jawab untuk memecah dan menghilangkan alkohol dari tubuh.

Di dalam jiwa, terdapat enzim yang dikenal sebagaialcohol dehydrogenaseyang berperan krusial dalam proses metabolisme alkohol. Enzim ini berfungsi untuk memecah alkohol menjadi senyawa yang lebih mudah dikeluarkan oleh tubuh. Sisa-sisa dari alkohol tersebut akhirnya dibuang melalui napas, keringat, dan air seni.

Rata-rata tubuh mampu menguraikan sekitar 0,015 gram alkohol per 100 mililiter darah setiap jam. Artinya, tingkat alkohol dalam darah (Blood Alcohol Concentration/BAC) akan menurun sekitar 0,015 per jam.

Karena proses ini membutuhkan waktu, seseorang yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar masih akan memiliki kadar alkohol dalam darah selama beberapa jam setelah minum, meskipun ia merasa sudah kembali sadar.

Ahli kesehatan merekomendasikan beberapa metode yang telah terbukti efektif untuk mempertahankan kadar alkohol dalam darah pada tingkat aman serta mencegah dampak buruk akibat konsumsi berlebihan. Berikut adalah saran yang dapat diikuti.

1. Makan Sebelum dan Saat Mengonsumsi Minuman

Mengonsumsi alkohol saat perut kosong merupakan kesalahan yang besar. Dilaporkan dariHealthline, makanan mengurangi laju penyerapan alkohol ke dalam aliran darah, sehingga tubuh memiliki lebih banyak waktu untuk memetabolismenya.

Mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, serat, dan lemak sehat seperti telur, ayam, atau alpukat sangat disarankan. Selain membantu mencegah mabuk, makanan tersebut juga dapat mengurangi kemungkinan gangguan pada sistem pencernaan seperti mual atau nyeri di area perut.

2. Batasi Penggunaan dan Pahami Batasan Diri

Setiap individu memiliki tingkat toleransi terhadap alkohol yang berbeda. Namun, para pakar sepakat bahwa untuk tetap dalam keadaan sadar dan menjaga fungsi tubuh tetap optimal, kadar alkohol dalam darah (BAC) sebaiknya tidak melebihi 0,06 persen. Jika berada di bawah batas ini, seseorang masih dapat merasa rileks dan lebih bersahabat tanpa kehilangan kendali diri atau mengalami gangguan pada kemampuan motorik.

3. Minum Secara Perlahan

Tubuh membutuhkan sekitar satu jam untuk mencerna satu porsi alkohol standar. Minum terlalu cepat akan menyebabkan peningkatan kadar alkohol dalam darah secara signifikan. Lebih baik minum perlahan dan hindari menenggak langsung seperti dalam bentuk shots. Selain itu, menggunakan gelas yang tinggi dan ramping dapat membantu mengurangi kecepatan konsumsi karena biasanya berisi lebih sedikit alkohol dibanding gelas yang lebar.

4. Bergantian dengan Minuman Tidak Beralkohol

Untuk mengendalikan penggunaan alkohol, campur minuman beralkohol dengan air mineral, soda, atau minuman non-alkohol. Selain membantu menjaga kelembapan tubuh, metode ini juga efektif dalam memperlambat laju kenaikan kadar alkohol dalam darah. Dehidrasi merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan sakit kepala setelah mengonsumsi alkohol, sehingga penting untuk tetap memperhatikan asupan cairan.

5. Jangan mencampur jenis minuman beralkohol yang berbeda

Mengonsumsi berbagai macam minuman beralkohol dalam satu malam bisa meningkatkan kemungkinan mabuk parah. Perbedaan kadar dan tingkat konsentrasi alkohol dalam setiap jenis minuman dapat menyulitkan tubuh untuk mencerna secara merata.

6. Istirahat dan Waktu Tidur yang Memadai

Jika sudah terlanjur meminum alkohol dalam jumlah yang cukup besar, tidur merupakan cara paling efisien untuk mengurangi kadar alkohol dalam tubuh. Organ hati membutuhkan waktu untuk memproses alkohol secara alami. Secara rata-rata, tubuh mampu menghilangkan alkohol sebesar 0,015 persen BAC per jam. Artinya, jika seseorang memiliki BAC sebesar 0,08 persen, diperlukan sekitar enam jam agar benar-benar kembali sadar.

7. Hindari berkendara setelah mengonsumsi minuman beralkohol

Meskipun merasa tidak mabuk, refleks dan fokus tetap dapat terganggu setelah mengonsumsi alkohol. Bahkan pada kadar BAC sebesar 0,02 persen, gangguan dalam pengambilan keputusan sudah mulai muncul. Jika Anda minum alkohol, pastikan memiliki rencana pulang yang aman, seperti menggunakan transportasi umum, layanan ojek online, atau tinggal di lokasi acara hingga benar-benar pulih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *