COGM: Rahasia Profit Bisnis yang Harus Kamu Ketahui!

Jika kamu mempelajari dunia manajemen dan bisnis, mungkin kamu sering menemukan istilah yang terdengar asing, namun sebenarnya sangat penting. Salah satunya adalahBiaya Produksi Barang yang Dibuat (BPPBD). COGM merupakan konsep yang sangat krusial dalam menentukan keuntungan perusahaan, khususnya di sektor manufaktur.

Setelah membaca artikel ini, kamu akan mengerti manfaat COGM, definisinya, serta cara menghitungnya. Selamat membaca!

1. Mengapa istilah COGM menjadi kunci untuk memahami bisnis secara lebih mendalam?

Jika kamu mendengar istilah baru seperti COGM, mungkin awalnya terasa rumit. Namun, pada dasarnya, COGM merupakan salah satu prinsip penting dalam menghitung biaya produksi barang di sebuah perusahaan. Konsep ini membantumu memahami besarnya biaya aktual yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk, mulai dari bahan baku, tenaga kerja, hingga biaya lainnya.overhead.

Dengan demikian, kamu dapat melihat gambaran jelas seberapa besar uang yang benar-benar dikeluarkan untuk setiap produk yang kamu buat. Karena banyak orang salah paham mengira keuntungan hanya terdiri dari selisih harga beli dan jual, sangat penting untuk memahami hal ini.

Namun, terdapat banyak unsur yang tersembunyi yang jika tidak diperhatikan dapat mengakibatkan perhitungan yang salah dan menyebabkan kerugian bagimu.

2. Rumus COGM yang mudah diingat

Mungkin kamu merasa rumus akuntansi biasanya rumit, tapi jangan khawatir, rumus COGM sebenarnya cukup mudah. Rumusnya adalah:

COGM = Biaya Bahan Baku yang Digunakan + Biaya Upah Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Pabrik + (Stok Barang dalam Proses Awal – Stok Barang dalam Proses Akhir)

Jika dilihat secara sekilas, memang terdapat tambahan faktor yaitu persediaan barang dalam proses. Artinya, kamu juga perlu mempertimbangkan barang yang masih dalam kondisi setengah jadi di awal maupun akhir periode.

Contoh Perhitungan:

Bayangkan sebuah perusahaan konveksi menghasilkan seragam sekolah dalam satu bulan dengan data berikut:

  • Biaya bahan baku langsung sebesar Rp20 juta

  • Biaya upah langsung: Rp10 juta

  • Biaya overhead pabrik: Rp5 juta

  • Persediaan barang yang sedang dalam proses awal: Rp3 juta

  • Persediaan barang yang sedang dalam proses penyelesaian: Rp2 juta

Maka perhitungannya adalah:

COGM = 20 juta ditambah 10 juta ditambah 5 juta ditambah 3 juta dikurangi 2 juta

COGM = Rp36 juta

Artinya, total pengeluaran untuk memproduksi seragam sekolah dalam sebulan mencapai Rp36 juta. Jika dari proses produksi tersebut dihasilkan 1.800 set seragam, maka biaya produksi per set seragam adalah Rp36 juta dibagi 1.800 =Rp20 ribu per setDari angka tersebut, perusahaan dapat menentukan harga jual dengan menambahkan margin keuntungan yang diharapkan.

Menggunakan rumus ini, kamu dapat memperoleh angka yang lebih akurat, bukan hanya dengan menjumlahkan bahan baku dan upah karyawan. Oleh karena itu, semakin lengkap data yang kamu miliki, semakin presisi hasil perhitungannya.

3. Apa manfaat yang sesungguhnya bisa kamu peroleh dengan memahami konsep ini?

Dalam dunia bisnis, memahami biaya produksi bukan hanya sekadar informasi tambahan, tetapi bisa menjadi elemen krusial dalam menentukan kesuksesan perusahaan Anda. Banyak orang mengira mereka memiliki volume penjualan yang tinggi, namun pada kenyataannya margin keuntungan mereka rendah atau bahkan tidak ada sama sekali. Dengan memahami konsep ini, Anda dapat melihat bisnis Anda dari perspektif yang berbeda untuk menilai apakah operasional perusahaan Anda sehat atau membutuhkan evaluasi segera.

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut beberapa manfaat nyata yang bisa diperoleh dengan memahami perhitungan COGM:

1. Membantu menentukan harga jual yang sesuai

Dengan memahami biaya produksi secara rinci, kamu tidak akan menentukan harga secara asal-asalan. Kamu dapat menghitung biaya per unit produk dan selanjutnya menambahkan margin keuntungan yang diharapkan. Dengan metode ini, harga jual menjadi lebih logis, bersaing, dan tetap menguntungkan.

2. Mengawasi efisiensi produksi

Anda bisa mengetahui bagian mana yang menghabiskan dana lebih besar, seperti bahan baku, upah tenaga kerja, atauoverhead. Oleh karena itu, kamu mampu menemukan metode untuk memangkas biaya tetapi tetap menghasilkan barang dengan kualitas yang baik. Akibatnya adalah proses produksi yang lebih efektif dan peningkatan laba.

3. Meningkatkan transparansi keuangan

Perhitungan Harga Pokok Produksi (COGM) membantu membuat laporan keuangan perusahaan menjadi lebih jelas dan terperinci. Keterbukaan informasi akan memudahkan investor, mitra bisnis, atau bahkan anggota internal untuk memahami situasi keuangan perusahaanmu. Hal ini dapat membangun kepercayaan dan meningkatkan kredibilitas perusahaanmu.

4. Informasi COGM bisa digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan strategis

COGM bisa memberikan manfaat ketika kamu ingin meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pangsa pasar, atau mengganti strategi harga. Dengan demikian, pengambilan keputusan yang didasarkan pada data akan mengurangi potensi kesalahan dalam mengembangkan usaha.

5. Alat pengukur kesehatan bisnis untuk menunjukkan apakah perusahaan Anda berada di jalur yang tepat

Jika biaya produksi terus naik tanpa disertai kenaikan penjualan, berarti ada yang tidak berjalan dengan baik dalam sistem bisnis Anda. Di sisi lain, jika biaya produksi tetap rendah dan laba meningkat, ini menunjukkan bahwa strategi bisnis Anda berjalan dengan baik.

4. Pada aspek apa saja COGM dan COGS berbeda? Jangan sampai salah!

Banyak orang mengira COGM dan COGS sama, padahal keduanya memiliki perbedaan.Cost of Goods Manufactured, atau COGM, merupakan biaya keseluruhan yang dikeluarkan dalam proses pembuatan barang yang telah selesai dalam periode tertentu. Dengan kata lain, COGM lebih menekankan pada tahapan produksi mulai dari awal hingga produk siap disimpan di gudang.

Namun, biaya pokok penjualan, yang juga dikenal sebagaiCost of Goods Sold,adalah biaya barang yang telah terjual kepada pelanggan. Oleh karena itu, COGS dihitung setelah produk keluar dari gudang dan dipasarkan. Perbedaan ini sangat penting karena COGS mencerminkan seberapa besar pengeluaran yang secara langsung berkaitan dengan penjualan, sedangkan COGM membantu mengevaluasi efisiensi proses produksi.

Kamu sudah memahami bahwa COGM adalah bagian penting dalam memahami dan mengelola biaya produksi. Memahami konsep ini akan membantumu merancang strategi harga yang lebih bijak, mengendalikan pengeluaran, serta meningkatkan laba. Pada akhirnya, bisnis yang berhasil membutuhkan pengelolaan biaya yang tepat dan gagasan kreatif. Setuju?

Apa Itu Biaya Harga Pokok Penjualan? Rahasia Penting yang Perlu Kamu Mengerti dalam Bisnis Apa yang Dimaksud dengan Klausul No-Shop di Dunia Bisnis? Siswa SMA yang menjadi mahasiswa bisa mendapatkan bimbingan bisnis, mampu menciptakan pendapatan jutaan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *