TES DNAatau pemeriksaan genetik adalah bentuk pengujian medis yang digunakan untuk mengidentifikasi perubahan atau gangguan pada gen, kromosom, atau protein dalam tubuh manusia. Pengujian ini bermanfaat untuk memperoleh informasi lebih mendalam tentang kondisi kesehatan seseorang, khususnya terkait kelainan genetik, serta mengevaluasi risiko penyebaran kondisi tersebut kepada keturunan. Sampel yang digunakan dalam tes DNA dapat diambil dari berbagai sumber biologis, seperti darah, kulit, rambut, jaringan tubuh, atau cairan ketuban.
Dilansir dari Cleveland Clinic, tTujuan tes DNA adalah untuk mengetahui adanya kelainan atau perubahan pada bagian tertentu dari materi genetik, seperti gen, kromosom, atau protein. Selain itu, uji ini membantu memperoleh pemahaman mengenai struktur genetik seseorang, yang mencakup data tentang ciri-ciri tubuh dan risiko penyakit yang mungkin muncul di masa depan.
Tes genetikini mampu mengenali kelainan genetik yang terdapat dalam tubuh seseorang, memastikan kehadiran penyakit tertentu, serta memberikan informasi mengenai kemungkinan seseorang mewarisi gangguan genetik dari orang tuanya.
Uji ini juga membantu dokter mengetahui apakah seseorang memiliki gen yang bisa menyebabkan penyakit pada anaknya. Salah satu jenis uji DNA yang umum dilakukan adalah uji kepatuhan ayah, yang digunakan untuk menentukan siapa ayah biologis dari seorang anak. Uji ini dapat dilakukan baik selama kehamilan maupun setelah bayi lahir, dan biasanya melibatkan pengambilan sampel DNA dari dalam mulut menggunakan kapas.
Uji DNA untuk menentukan hubungan ayah-anak merupakan salah satu metode yang digunakan untuk membuktikan ikatan biologis antara seorang anak dengan seseorang yang diduga sebagai ayahnya. Materi genetik dalam tubuh, yaitu DNA, diturunkan setengah dari ibu dan setengah dari ayah, sehingga memungkinkan pengujian untuk mengonfirmasi hubungan tersebut.
Uji kepatuhan ini dapat dilakukan baik pada janin yang masih dalam kandungan, mulai dari usia kehamilan minggu ke-8 maupun setelah bayi lahir. Pada proses ini, sampel DNA biasanya diambil dari bagian dalam pipi, dan dalam beberapa situasi, sampel tambahan bisa diambil dari ibu dan bayi yang baru lahir.
Proses Pengambilan Sampel Uji DNA
Berikut merupakan tahapan-tahapan prosedural dalam pengambilan sampel dan uji cobaDNA yang sering dilakukan, mengutip dariEndeavor DNA Laboratories.
1. Pengambilan Sampel
Pengambilan sampel untuk pengujian DNA umumnya dilakukan dengan mengumpulkan materi genetik dari bagian tubuh yang mudah dijangkau, seperti kulit dalam pipi, rambut, atau cairan tubuh lainnya. Salah satu metode yang paling sering digunakan dan tidak menimbulkan rasa sakit adalah dengan menggunakan kapas untuk mengambil sampel dari dalam mulut. Sampel tersebut selanjutnya akan diproses untuk analisis DNA.
2. Menghancurkan Sel
Setelah pengambilan sampel, sel-sel yang mengandung DNA perlu dihancurkan agar materi genetiknya dapat dilepaskan. Proses ini dilakukan dengan menambahkan enzim tertentu ke dalam larutan yang berisi sampel DNA. Tujuan dari tahapan ini adalah untuk merobek membran sel sehingga DNA dapat diekstraksi secara lebih mudah.
3. Pemurnian dan Pemisahan Asam Nukleat
Pada tahap ini, DNA yang telah terlepas akan dipisahkan dari komponen lain dalam sampel. Salah satu metode yang digunakan untuk memisahkan DNA adalah elektroforesis, yaitu teknik yang menggunakan medan listrik untuk memisahkan molekul DNA berdasarkan ukurannya. Proses ini membantu para peneliti dalam memisahkan DNA dari protein atau bahan lain yang mungkin terkandung dalam sampel.
4. Menggandakan DNA (PCR)
Untuk mempermudah analisis, metode PCR (Polymerase Chain Reaction) digunakan untuk memperbanyak salinan DNA. Proses ini meningkatkan jumlah DNA dalam sampel, sehingga cukup untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salinan DNA tersebut akan digunakan dalam pencarian penanda genetik yang sesuai dalam pengujian.
5. Uji dan Analisis Genetik
Setelah proses penggandaan DNA selesai, langkah berikutnya adalah melakukan uji untuk menemukan penanda genetik yang mampu menunjukkan hubungan keluarga. Meskipun terdapat ribuan penanda genetik dalam DNA, uji biasanya hanya mengarah pada 16 hingga 21 penanda genetik yang paling signifikan dalam membuktikan hubungan darah biologis.
6. Pencocokan DNA
Setelah adanya penanda genetik yang ditemukan, data tersebut dibandingkan dengan sampel DNA lain yang belum diketahui asalnya. Dalam uji kepatuhan ayah, perbandingan ini dilakukan dengan membandingkan penanda genetik dari calon ayah dan anak. Ayah yang sah seharusnya memiliki separuh penanda genetik yang sama dengan anak, sementara separuh lainnya berasal dari ibu.
Intan Wahyuningtyas membantu dalam penulisan artikel ini