Bontang – Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Bontang, Rustam meminta pemerintah untuk lebih serius dalam menangani peningkatan angka stunting dan kasus pelecehan seksual.
Permintaan tersebut disampaikan Rustam dalam rapat pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Bontang, Senin (4/11/2024) di Gedung Paripurna.
Menurutnya, masalah-masalah ini harus menjadi prioritas utama pemerintah kota untuk melindungi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bontang.
Rustam menegaskan bahwa langkah serius perlu dilakukan untuk menekan angka stunting yang masih tinggi, serta mencegah dan menangani kasus pelecehan seksual yang merugikan banyak korban, khususnya anak-anak dan perempuan.
“Apalgi meningkatnya angka stunting dan pelecehan seksual,” ujar Rustam.
Menanggapi pandangan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Bontang, Aji Erlynawati menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah konkret untuk menangani masalah stunting dengan mengalokasikan anggaran khusus.
Pemerintah telah menganggarkan dana untuk meningkatkan akses layanan kesehatan yang mencakup calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, bayi baru lahir, dan balita.
“Ada penyuluhan gizi dan program pendampingan bagi keluarga yang berisiko mengalami stunting, serta penyediaan sanitasi dan air bersih yang layak,” ungkap Aji.
Selain itu, pemerintah juga telah menerapkan langkah-langkah untuk mencegah dan menangani kasus pelecehan seksual.
“Kami menyediakan edukasi terkait pelecehan seksual di sekolah-sekolah dan komunitas, serta telah membangun mekanisme pencegahan dan penanganan khusus untuk perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan,” jelas Aji.