, SURABAYA—Transaksi Misi Dagangdan Pengeluaran Investasi antara Jawa Timur dan Lampung mencapai Rp 1,055 triliun.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan pencapaian ini mengalami kenaikan yang signifikan dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun 2023 lalu, yaitu sebanyak 35 transaksi dengan nilai Rp285,52 miliar.
“Hasil ini merupakan bukti kolaborasi dan kepercayaan antar daerah dalam mendukung produk lokal. Ini menunjukkan nyata bahwa Jawa Timur tetap berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta optimis menciptakan kekuatan pasar dalam negeri,” ujarnya dalam pernyataan resminya, Jumat (8/8/2025).
Ia juga berharap, melalui penandatanganan perjanjian antara Bank Lampung dengan Bank Jatim dapat semakin memperkuat koneksi di sektor perbankan antara dua provinsi tersebut.
“Pastinya hal ini akan memperkuat kinerja bank daerah di dua provinsi tersebut sekaligus dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, sektor keuangan, serta menjadi pintu masuk kerja sama antara Provinsi Jawa Timur dan Lampung. Kerja sama ini berlangsung sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” katanya.
Wakil Direktur Utama Bank Jatim Arif Suhirman menegaskan bahwa bank tersebut terus memberikan dukungan terhadap berbagai program yang dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dalam penerapannya, antara lain dengan ikut serta dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi bertema Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Lampung, pada hari Kamis (7/8/2025).
Berlangsung di Swiss-Belhotel Lampung, acara ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Plt. Direktur Utama Bank Jatim Arif Suhirman, serta Direktur Utama Bank Lampung Mahdi Yusuf.
Ia menjelaskan, Bank Jatim terus berkomitmen untuk selalu mendukung UMKM Jawa Timur dalam meningkatkan kemampuan bersaing agar mampu masuk ke pasar nasional maupun internasional.
“Kami memasukkan UMKM binaan Bank Jatim dalam kegiatan Misi Dagang ini sebagai salah satu langkah untuk memperluas pangsa pasar mereka. Kami percaya, produk-produk tersebut mampu menarik perhatian para pengunjung dan berpeluang membuka kesempatan bisnis baru bagi para pelaku usaha,” katanya.
Menurutnya, melalui Misi Dagang, UMKM memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk-produk mereka kepada pasar potensial di Lampung, sehingga perusahaan tidak hanya menawarkan berbagai layanan perbankan kepada nasabah UMKM, tetapi juga aktif memberikan bimbingan dan dukungan dalam mengembangkan usaha mereka.
Terdapat 3 UMKM binaan Bank Jatim yang turut serta dalam acara Misi Dagang, yaitu UMKM Batik Gajah Mada, UMKM Cokelat Majapahit, dan UMKM Bawang Goreng CYS.
“Produk-produk andalan UMKM binaan Bank Jatim diharapkan mampu memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah Provinsi Lampung,” katanya.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Penyertaan dan Pengambilalihan Saham Bersyarat antara Bank Jatim dan Bank Lampung sebagai tindak lanjut dari pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB). Penandatanganan ini dilakukan oleh Arif Suhirman dan Mahdi Yusuf yang disaksikan oleh Khofifah Indar Parawansa dan Rahmat Mirzani Djausal.
“Maksud dan tujuan perjanjian ini adalah mengatur cara pelaksanaan penyertaan modal serta pembentukan KUB antara pihak-pihak terkait, sehingga Bank Lampung setuju untuk meningkatkan modal yang disetor dan selanjutnya melakukan penyertaan modal,” kata Arif.
Menurutnya, kerja sama antara Bank Jatim dan Bank Lampung merupakan langkah untuk memperkuat struktur, ketahanan, serta kompetitif industri perbankan yang diharapkan mampu mencapai tingkat yang lebih efisien menuju skala ekonomi yang lebih besar.
Dengan demikian, selanjutnya bank-bank yang menerapkan KUB dengan BJTM dapat menjadi Bank Pembangunan Daerah yang kompetitif di tingkat regional dan mampu mendorong pembangunan serta pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing maupun skala nasional.
Mahdi Yusuf menambahkan, pihaknya percaya bahwa dengan KUB ini akan terjadi banyak perubahan positif di Bank Lampung, sehingga pada masa mendatang Bank Lampung semakin kuat dan mampu memaksimalkan potensi yang ada melalui sinergi.
“Dengan bekerja sama KUB dan Bank Jatim, kami percaya mampu memberikan dampak positif terhadap kinerja bisnis Bank Lampung. Salah satu hal yang akan kami siapkan adalah sumber daya manusia agar seluruh program kerja dapat terlaksana dengan baik dan maksimal,” tegasnya. (K24)